Wacana Penundaan Pemilu untuk Cek Ombak Muluskan Target Politik Besar

Direktur Riset Indonesia Presidential studies (IPS), Arman Salam/RMOL
Direktur Riset Indonesia Presidential studies (IPS), Arman Salam/RMOL

Munculnya keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memerintahkan KPU menghentikan tahapan Pemilu. Caranya: bahwa ortu teman-teman sebagai upaya cek ombak dari kekuatan tertentu yang memiliki target politik lebih besar.


Direktur Riset Indonesia Presidential studies (IPS), Arman Salam mengatakan,  putusan PN Jakpus soal penundaan pemilu atas gugatan partai Prima sangat bernuansa politis.

Pandangan Arman, seharusnya trias politik yang dirumuskan sebagai sistem bernegara bisa berjalan baik sehingga cek serta fungsi pelayanan menjadi maksimal.

Dikatakan Arman, kegenitan PN memperlihatkan bagaimana eksekutif mengendalikan yudikatif. Tujuannya, untuk kepentingan kelompok penguasa yang oportunis.

"Gerakan lucu-lucuan ini sangat menciderai nilai demokrasi dan merusak tatanan dalam sistem demokrasi," jelas Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (6/3).

Arman menjelaskan bahwa emosi masyarakat justru akan bisa tersulut marah dan bisa menimbulkan chaos jika pemerintah tidak hati-hati.

"Jangan main-main memenuhi hasrat pribadi atau golongan tertentu, apalagi main sulap sim salabim hadir sebagai sinterklas," pungkasnya.