Tarian Bumi Aekhula Asal Nias Barat Sedot Perhatian Jokowi dan Tamu Undangan di Istana Negara

Penampilan Sanggar Tari Bumi Aekhula di istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8)/Ist
Penampilan Sanggar Tari Bumi Aekhula di istana Negara, Jakarta, Kamis (17/8)/Ist

Penampilan Sanggar Tari Bumi Aekhula menyedot perhatian para tamu undangan di halaman Istana Kepresidenan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (17/8). Kostum para penari dengan warna merah menyala menjadi perhatian Presiden Jokowi.


Presiden Jokowi sempat menyapa mereka dengan menanyakan asal kontingen. Setelah mengetahui berasal dari Nias Barat, Jokowi sontak langsung menanyakan kondisi infrastruktur di sana.

Percakapan yang hanya hitungan detik itu, seperti tambahan multivitamin bagi 138 penari dari Nias Barat. Terlihat dari penampilan tim penari polesan Marojahan Andrian Manalu dan Riansyah Putra tersebut begitu sangat atraktif dan mampu menghipnotis sekitar 8.000 tamu undangan yang hadir di Istana.

Tarian Bumi Aekhula merupakan tarian kolaborasi dari beberapa tarian adat daerah dari Kabupaten Nias Barat diantaranya Tari Moyo, Tari Folaya Saembu, Tari Baluse dan Tari Maena. Tari-tarian ini biasa ditampilkan dalam acara adat, acara perayaan dan syukuran di masyarakat.

Tarian Bumi Aekhula sarat dengan makna filosofis dan pesan moral seperti kebersamaan, kerja keras, semangat juang dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ritme gerak tari yang beragam mulai dari gerakan lambat dan gemulai hingga gerakan lincah penuh semangat mengisyaratkan dinamika sosial yang terus berproses dan melaju.

Tarian Bumi Aekhula kemudian dilanjutkan dengan Tari Baluse atau Tari Perang. Baluse artinya perisai yang berfungsi sebagai pertahanan dan perlindungan saat berperang. Tari Baluse ditampilkan oleh penari laki-laki.

Tari Maena menjadi penutup dari rangkaian Tarian Bumi Aekhula. Tari Maena merupakan tari  yang dilakukan bersama-sama oleh segala kalangan. Tari ini memiliki makna kebersamaan, kegembiraan dan kemeriahan.

Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu begitu terpesona setelah tarian ini memukau seluruh tamu undangan di Istana Negara.

"Tentu momentum ini menjadi satu kebanggaan bagi kami, wilayah paling ujung di Kepulauan Nias. Semoga kontingen Nias Barat yang sudah ada di Jakarta, bisa menampilkan yang terbaik dan membanggakan bagi seluruh warga Kepulauan Nias Umumnya, dan Nias Barat khususnya," kata Khenoki.

Dia juga berterima kasih pada semua pihak yang telah mendukung tersosialisasinya sanggar tari dari wilayah yang dipimpinnya itu bisa dikenal luas oleh seantero rakyat Indonesia.

"Saya sangat berterima kasih untuk dukungan penuh dari Garuda Indonesia, Pertamina yang sudah menjadi sponsor kami, sehingga sanggar tari Nias Barat bisa tampil di istana," pungkasnya.