Membaca Tekad Para Caleg Muda Sulteng, dari Visi, Misi, hingga Motivasi

Muhammad Fahrun, salah satu Caleg DPRD Sulteng muda yang ikut berkompetisi di Pemilu 2024. (Foto: ist)
Muhammad Fahrun, salah satu Caleg DPRD Sulteng muda yang ikut berkompetisi di Pemilu 2024. (Foto: ist)

Tak mau kalah dengan caleg-caleg lama, para caleg pendatang baru di Sulawesi Tengah juga punya tekad kuat merebut suara.


Pemilu 2024 juga menjadi ajang kompetisi merebut suara pemilih bagi para caleg-caleg muda yang baru mengikuti kontestasi DPRD Sulteng.

Tidak hanya strategi kampaye, gagasan dalam visi dan misi yang diusung para caleg baru juga tak kalah tajam.

Muhamad Fahrun salah satunya. Meski baru menjajal kompetisi politik dia merasa mampu dan yakin bisa menyaingi para caleg lama bahkan mengungguli mereka. Penetapan dirinya yang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Dapil Kota Palu melalui Partai Kebangkitan Bangsa diklaimnya menjadi salah satu bukti kompetensinya.

"Dengan tekad dan ikhtiar, Insya Allah siap mengabdikan diri untuk Palu yang lebih dahsyat," kata Fahrun, Jumat (8/12/2023).

Dengan nomor urut 6 yang didapatnya, pria 31 tahun itu bertekad berkontribusi pada perbaikan masalah-masalah yang dirasakan masyarakat akar rumput termasuk soal-soal lingkungan lewat parleman.

Di bidang ekonomi misalnya mantan Paskibraka Sulteng tahun 2008 itu menyebut penegakkan dan pengembangan ekonomi kerakyatan yang berbasis keadilan dan demokratis akan menjadi fokusnya.

Di bidang hukum, penegakan hukum yang beradab yang mengayomi semua orang berbasis HAM dan adil menjadi gagasannya. 

Aspek sosial budaya dengan membangun budaya yang maju dan modern dengan tetap memelihara jati diri bangsa juga jadi cita-citanya.

Aspek lain yang menjadi perhatiannya yakni pendidikan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, mandiri, terampil, profesional dan kritis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya, mengusahakan terwujudnya sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada kerakyatan, murah dan berkesinambungan. Pertahanan dengan membangun kesadaran setiap warga negara terhadap kewajiban untuk turut serta dalam usaha perlindungan negara; mendorong terwujudnya swabela masyarakat terhadap perlakuan-perlakuan yang menimbulkan rasa tidak aman, baik yang datang dari swasta-pribadi maupun institusi tertentu dalam masyarakat.

Mantan mahasiswa Untad itu mengaku menjadikan pengalamannya sebagai aktivis kampus dan organisasi kemasyarakatan yang pernah dijalaninya sebagai dasar bekerja di parleman. Dia pernah menjabat Ketua Majelis Mahasiswa Untad periode 2014 - 2016, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

"Jika saya diberi amanat menjadi anggota dewan, Insya Allah saya akan mengutamakan program-program yang berpihak kepada rakyat, serta akan sering turun ke bawah agar bisa mengetahui secara langsung kondisi yang dialami dan dibutuhkan masyarakat," tuturnya.